gg-emblem-symbolic-link-128x128

Kata “belajar” sering kali kita kaitkan dengan kegiatan membaca buku pelajaran, menghafalkan banyak cerita, , dll. Belajar selama ini identik dengan kegiatan untuk menjadikan sesorang menjadi pintar. Banyak pandangan anak muda masa kini tentang proses belajar. Proses belajar yang selama ini kita ketahui cenderung mengarah pada pelajaran teori, artinya kita selalu terfokus pada satu hal yang kita pelajari, kita tidak menyadari masih banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari balik hal tersebut.

Memang belajar membutuhkan banyak hal, mulai dari pikiran, waktu, tenaga, juga materi. Namun dalam kenyataanya sekarang ini, anak anak SMA mempunyai pola belajar yang bebrbeda beda. Mulai dari belajar harus disuruh orang tua, belajar dengan system SKS (Sistem Kebut Semalam), belajar saat hanya akan ada ulangan, sampai cara belajar yang aneh, seperti harus dengan jalan, harus melihat gambar, dll.

Semua pola pola di atas tidaklah salah karena setiap oang mempunyai karakter yang berbeda beda, tergantung bagaimana orang tersebut mengembangkan karakternya. Seperti dalam sosiologi, dikatakan bahwa proses belajar tersebut akan dilakukan seumur hidup, artinya belajar tersebut tidak terbatas pada SMP, atau SMA, maupun kuliah.

Melihat gambaran anak SMA yang merupakan masa transisi dari anak anak ke dewasa, kita dapat melihat bahwa mereka lebih senang bermain daripada belajar. Itu sudah merupakan hokum dasar dari manusia,karena pada dasarnya seorang manusia lebih senang melakukan hal yang mudah dan membuatnya senag, daripada melakukan hal ang sulit ataupun membosankan yang tidak mempunyai manfaat secara langsung. Melihat fenomena di atas kita tidak boleh menyalahkan anak muda karena merekalah yang nantinya akan menetukan nasib bangsa ini, justru kita dituntut berpikir untuk menanggulangi kasus tersebut.

Menurut saya, mulailah belajar dari diri sendiri. Kita pasti tahu mana yang benar dan mana yang salah, kita juga pasti tahu apa yang akan kita lakukan seharusnya saat menelang ulangan, tapi kenapa kita begitu malasnya belajar. Kuncinya ada dalam diri sendiri. Sebenarnya musuh utama kita adalah diri kita sendiri. Jika kita mampu mengalahkan rasa malas dan memenangkan rasa rajin dalam diri kita itu akan membuat kita sukses di kemudian hari.

Selain itu belajar tidaklah dari hal hal direct saja tetapi hal hal yang indirect juga dapat kita pelajari. Msalnya dalam sekolah kita bias belajar dalam kelas untuk menjadi ketua kelas dan belajar mengatur orang lain. Saat ini tidak hanya competence saja yang diperhitungkan, tetapi compassion serta conscience juga menentukan masa depan seseorang. Jika kita mau, semua orang akan sukses dan menjadi orang yang cerdas dan pemberani. Maka mulailah dari dalam diri anda sendiri.

sumber: kompas.com

Iklan